Akhirnya
tiba waktunya angkat kaki dari Indonesia dan menempuh perjalanan panjang
pertama dalam hidup. Hari itu tepat tanggal 22 April 2014. Dengan semua
persiapan saya berangkat dan penuh keyakinan bahwa perjalanan dan petualangan
di negeri panzer ini akan menjadi cerita berkesan dalam hidup. Ya akhirnya
sampailah kami di bandara Frankfurt dan begitu terkagum-kagum melihat
pemandangan yang asri, modern dan sedikit dingin. Layaknya orang normal dari
negara tropis, dengan berasumsi bahwa kami akan tiba di negeri dingin dan sudah
seharusnya mempersiapkan pakaian hangat dilengkapi jacket dan buts musim
dingin. Sampai saat ini saya masih selalu tertawa sendiri bila mengingat cerita
kedatangan pertama ke negeri ini. Saat itu bulan April yang seharusnya musim
semi dan kebetulan di hari kami tiba matahari menampakkan sinarnya dan
memungkinkan orang untuk tidak harus pakai jaket atau minimal dengan jaket yang
tipis, tapi lucunya kami datang dengan jaket winter, sepatu buts hangat,
dilengkapi dengan topi hangat 😀😀. Ya itulah saya anak baru pada waktu itu
yang begitu polos dan sepertinya sedikit hiperbola dalam persiapan ke Jerman.
Dalam
perjalanan dari bandara saya mengamati pemandangan alam dan rumah-rumah di
sana, sangat unik, asri dan teratur. Kami tidak menemui kemacetan dalam
perjalanan sampai tiba di rumah meskipun harus melewati tengah kota. Dan itu
sangat langkah ditemui di negaraku.
Kira-kira
pukul 19 saya sempat terkaget melihat cahaya matahari yang masih bersinar
layaknya siang hari, tidak ada yang memberi tahu sebelumnya bahwa di Eropa
normalnya bahkan sampai 20.00 masih terlihat terang (kecuali winter) dan
akibatnya saya terheran-heran sampai sempat berpikir bahwa jam di handphone
saya bermasalah.
Ada
yang sedikit kurang menyenangkan bahwa pada waktu makan malam saya menyadari betul-betul
bahwa saat itu saya tidak lagi Indonesia di mana nasi masih selalu dominan
tersedia di atas meja. Ya, kenyataan bahwa makan malam waktu itu hanya roti dan
salami atau keju harus diterima walaupun setelah makan saya belum merasa
kenyang 😀😀.
Satu
hal yang membuat kesan pertama di Jerman itu menyenangkan bahwa orang-orang yang
menyambutku sangat baik, pengertian dan penuh perhatian. Mereka selalu
menyediakan waktu untuk membantu, dan sampai saat ini habungan itu masih
terjaga dengan baik.
0 Comments