![]() |
| idntimes |
Banyak orang tua cenderung
memenuhi semua keinginan anak tanpa menfilter hal-hal yang merugikan dan tidak
bernilai dengan alasan untuk menyenangkan hati anak. Semua yang diminta dengan
muda diberikan dengan alasan “sayang anak”. Banyak orang tua yang membatasi
atau cenderung mengatur pilihan anak dengan alasan mereka lebih tahu yang
terbaik untuk anak, tanpa memperdulikan keinginan anak. Banyak juga yang cenderung berusaha mencari lobi atau
koneksi dengan tujuan supaya anak dipermudah dengan urusan dan memperoleh apa
yang dia inginkan. Semua contoh-contoh di atas adalah bagian dari cara orang
tua mengaplikasikan rasa sayang terhadap anak-anak yang sebenarnya kurang tepat
untuk pendidikan pada anak.
Mengutip doa seorang Jenderal perang
Douglas Mc Arthur untuk anaknya : “… Tuhanku.. Aku mohon, janganlah pimpin
puteraku di jalan yang mudah dan lunak. Namun, tuntunlah dia di jalan yang
penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan. ….”. Mendengar kutipan doa
itu, mungkin terkesan kurang tepat saat seorang ayah memohon kesulitan hidup
untuk anaknya, yang sebenarnya adalah bagian dari cinta sang ayah untuk
mempersiapkan anaknya untuk bertahan dalam dunia yang sulit.
Seperti salah satu film inspiratif
yang berjudul “My Sister’s Keeper” menceritakan tentang pasangan suami istri
yang sangat menharapkan kesembuhan anak perempuan mereka yang menderita Leukimia
pada usia 3 tahun. Sulitnya mendapatkan donor ginjal untuk mempertahankan hidup
anak mereka, membuat pasangan ini pada akhirnya memilih jalan untuk melakukan
proses bayi tabung dengan rekayasa gen yang nantinya akan cocok menjadi
pendonor untuk anak sulung mereka ini. Singkat cerita, bayi yang diberi nama
Kate inipun lahir, dan seperti yang direncanakan, masa kecilnya pun harus
dihabiskan di rumah sakit karena harus melalui beberapa tranfusi yang
dibutuhkan kakak yang menderita Leukimia itu. Sampai Kate beranjak usia 11
tahun dan menyadari bahwa fokus orang tuanya benar-benar tertuju pada kakaknya
dan membuat dia dan saudara laki-lakinyapun terabaikan. Mereka kurang mendapat
perhatian dan kasih sayang yang cukup, dan hal ini berpuncak saat dia menyadari
kelahirannya direncanakan hanya untuk menjadi pendonor ginjal untuk kakaknya.
Pesan moral yang bisa ditangkap dalam cerita ini, bagaimana perasaan cinta itu
bisa membawa manusia dalam hal ini orang tua pada pikiran-pikiran yang kurang
logis, mengabaikan orang lain, bahkan terkesan jahat dan jauh dari keadilan. Kerinduan pasangan ini
untuk mempertahankan anak mereka ternyata membuat mereka menutup mata terhadap
hak hidup anak yang lain dan bahkan terkesan tidak manusiawi.
Saya sempat mengutip kalimat salah
satu dosen saya bahwa manusia bisa saja menjadi makhluk yang luar biasa penuh
cinta, tapi sisi lain bisa juga menjadi makhluk yang bahkan sangat brutal
melebihi kelompok makhluk hidup yang lain. Kadang kita mengungkapkan cinta kita
dengan cara yang salah bahkan justru merugikan orang yang cintai.
Yang membedakan cinta yang ada pada hewan dan
cinta manusia yaitu bahwa manusia dilengkapi dengan akal dan bijaksana untuk
mengungkapkan dan mengaplikasikan cinta itu. Dalam hal ini yang sebenarnya
yaitu cinta yang meskipun menyakitkan tapi untuk kebaikan, cinta tidak hanya
sebatas kesenangan kita dan mengabaikan kebaikan orang lain, tidak membawa kerugian untuk pihak manapun,
cinta harus bisa mendidik, cinta bukan hanya sebatas pada hal yang
membahagiakan, dan wujud cinta juga adalah merelakan. Tidak selamanya mencintai
seseorang harus diwujudkan dengan hal yang membahagian, cinta itu terkadang
terlihat gelap dan pahit, karena cara Tuhan mencintai kita juga tidak selalu
dengan memberi yang indah.

0 Comments