sentientlife
Tampil di depan banyak orang, memimpin diskusi, atau membawakan presentasi adalah satu hal yang paling sering saya khawatirkan terutama saat berada di sini (Jerman). Berhadapan dengan orang-orang yang kritis, punya pemikiran yang mungkin lebih tinggi dari lingkungan saya sebelumnya membuat rasa nervos, kurang percaya diri, merasa takut salah terutama karena harus berkomunikasi dengan bahasa asing sering menjadi musuh melewati hari-hari di negeri ini. Tapi satu hal yang mengubah rasa takut ini menjadi menjadi rasa percaya diri yaitu saat saya mencoba memberanikan diri melawan rasa takut ini dan mencoba tampil dan memimpin dengan persiapan dan penuh keyakinan. Dan itu terbukti saat saya harus duduk di depan meja panjang dengan tim kurang lebih 20 orang, memimpin diskusi, membawakan presentasi dan menyampaikan argument. Rasa takut seketika hilang digantikan dengan rasa percaya diri dan sadar akan potensi diri. Memang hal ini tidak muda untuk dilakukan, dan butuh kontrol pikiran yang tinggi, tapi saat semua terlewati, rasa bangga dan puas terhadap pencapaian ini akan mengubah diri kita satu langkah lebih baik.
Banyak dari kita mengimpikan kehidupan yang “menyenangkan” seperti karir, jabatan, harta, materi, keluarga yang bahagia dan sehat. Tapi kita lupa bahwa semua itu tidak akan begitu saja dengan muda didapatkan tanpa usaha. Ada harga yang harus dibayar terhadap banyak keinginan kita. Layaknya tim sepak bola yang besar boleh mencapai prestasi berkelas dunia melalui latihan yang keras berbulan-bulan sampai bertahun-tahun. Harga yang perlu dibayar itu akan sering menyakitkan, terlihat sulit atau bahkan terlihat mencapai batas kemampuan kita.
Di Eropa, rata-rata anak muda di atas 18 tahun memilih atau sering juga diharuskan untuk tinggal terpisah dari orang tua, membiayai kehidupannya sendiri dan memutuskan pendidikan atau karirnya secara mandiri. Hal ini tidak sepenuhnya berarti bahwa orang tua dengan senang hati melepaskan tanggungjawabnya terhadap anak mereka, tapi hal ini adalah bagian dari cara mereka mengizinkan kemajuan anak untuk lebih leluasa, mandiri, bertanggungjawab dan siap memasuki dunianya. Anak-anak diharuskan untuk hidup independen, menentukan pilihan dan berjuang sendiri. Proses peralihan yang mungkin terkesan dini ini memang mungkin sangat tidak nyaman untuk dua pihak, tapi efek positifnya adalah anak-anak lebih bertanggungjawab, kreatif, mandiri, kuat dan dewasa dalam berpikir dan menentukan keputusan dibanding mungkin anak-anak seumuran di negara kita.
luxlife
Dalam banyak pengalaman yang terlihat, anak-anak yang dilahirkan dari keluarga kaya cenderung memilki kemungkinan hidup dengan ketidakpuasan, ketergantungan yang tinggi, kurang dewasa atau mungkin lemah dalam menghadapi tantangan hidupnya dibanding dengan anak-anak yang dilahirkan dari keluarga miskin. Ketersediaan fasilitas, keinginan materi dan relasi yang selalu terpenuhi cenderung membawa rasa kebergantungan, gaya hidup instant, ketidaksiapan menghadapi situasi dunia dan lingkungan yang sulit.
Dalam artikel sebelumnya, saya sempat menceritakan ilustrasi seorang ayah yang berdoa agar Tuhan mengizinkan agar anaknya diberi tantangan dan kesulitan hidup supaya dia belajar menjadi bijaksana, kuat menghadapi dunia dan tau bersyukur terhadap apa yang dimilikinya. Dalam hal ini, kebijaksanaan dan kekuatan didapat melalui kesulitan dan tantangan yang dihadapi dengan cara yang benar.
Hal ini jelas memperlihatkan bahwa kehidupan yang ideal, yang didambakan banyak orang itu membutuhkan kerja keras dan usaha yang tidak kecil. Orang harus keluar dari zona nyamannya, mencoba hal baru, menghadapi tantangan, mendisiplinkan diri. Saat kita mengimpikan untuk memiliki karir yang tinggi, mulailah untuk belajar dan bekerja dengan disiplin. Saat kita menginginkan untuk memiliki rumah yang mewah, mulailah untuk bangun dari kasur dan bekerja dengan jujur, konsisten dan kreatif. Saat kita menginginkan untuk hubungan yang baik, mulailah untuk berusaha mempelajari hubungan yang baik, tidak egois, belajar mengerti dan menahan diri. Saat kita menginkan tubuh yang ideal dan sehat, mulailah makan sehat dan olahraga teratur. Hal-hal diatas memang bukan hal mudah untuk dipraktekkan, dan harus diakui secara pribadi, saya juga masih terjebak dalam banyak zona nyaman yang masih perlu dikalahkan. Tapi segera kita harus memulai, dan berusaha untuk konsisten. Perubahan tidak harus dimulai dari hal yang besar. Saya yakin, dengan langkah kecil tapi konsisten akan mengubah banyak hal menjadi pencapaian yang besar.